Museum
Galeri Nasional Indonesia
Museum Galeri Nasional Indonesia adalah salah satu Gedung terkenal yang dapat ditemukan di Jakarta. Gedung ini letaknya di Jakarta Pusat, keadaan di sana sangat sejuk dan rindang karena dikelilingi oleh banyak pepohonan tepatnya di Jalan Medan Merdeka Timur No. 14 Jakarta Pusat. Museum ini berfokus dibidang seni, museum ini telah menarik perhatian para pecinta seni. Isi dari Museum ini antara lain lukisan, patung, bahkan fotografi. Pada Museum Galeri Nasional banyak koleksi seni yang merupakan hasil karya berbagai karya seni anak bangsa, mulai dari lukisan, patung grafis, keramik, dan masih banyak lagi. Fungsi utama museum ini adalah untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan karya seni yang ada sebagai salah satu fasilitas pendidikan kebudayaan.
Museum Galeri Nasional juga berawal dari gedung
bangunan yang didapat dari pihak lain. Pada tahun 1900, gedung bangunan yang
digunakan sebagai Galeri Nasional yang dikenal sekarang ini merupakan sebuah
sekolah dan asrama khusus wanita. Gedung ini dibangun oleh Yayasan Kristen
Carpentier Alting Stitching (CAS) yang merupakan sekolah pertama di Jakarta.
Tetapi pada tahun 1955, pemerintah Indonesia mengeluarkan sebuah peraturan yang
melarang segala aktivitas komunitas terhadap Belanda. Maka dari itu, gedung
sekolah dan asrama ini beralih menjadi milik Yayasan Raden Saleh dengan nama Vijmetselaren Lorge, meskipun masih di
bawah gerakan Belanda.
Pemberhentian secara total baru dilaksanakan pada tahun 1961 dengan pengeluaran keputusan penguasa tertinggi No. 5 tahun 1962 yang langsung ditandatangani oleh Soekarno, presiden yang menjabat pada masa itu. Keputusan tersebut berisi tentang segala larangan mengenai gerakan Vijmetselaren Lorge dan Yayasan tersebut pun dibubarkan. Akibat keputusan tersebut, sekolah-sekolah yang dibentuk oleh Yayasan Raden Saleh harus diberhentikan dan seluruh aset yang ada diambil alih oleh pemerintah Republik Indonesia, dan kemudian diserahkan kepada pihak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Pembangunan galeri ini dimulai dari sini, dimana Galeri Nasional dirintis awalnya dengan nama Wisma Seni Nasional/Pusat Pembangunan Kebudayaan Nasional. Sebagai kepala Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Fuad Hasan merancang ulang gedung tersebut dan merubahnya menjadi Gedung Pameran Seni Rupa Depdikbud pada tahun 1987. Gedung pameran ini berhasil merebut perhatian masyarakat untuk lebih mengenal seni. Oleh karena itu, setelah 8 tahun kemudian gedung pameran kesenian tersebut berusaha untuk dikembangkan. Dalam perkembangannya dan perubahan nama gedung ini, Prof. Edi Sedyawati memperjuangkannya untuk mengubah Namanya menjadi Galeri Nasional Indonesia sejak tahun 1995.
Pada akhirnya, beliau memperoleh persetujuan dari Menko Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara 3 tahun kemudian, yaitu pada tahun 1998. Pada masa pengurusannya, Galeri Nasional sempat diurus oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata yang kemudian berpindah tangan ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Hingga kini, Museum Galeri Nasional Indonesia telah berkembang pesat dan perkembangan ini ditunjukan dengan adanya visi dan misi yang dibentuk oleh para pengurus galeri. Berbeda dengan sejarah Museum Bajra Sandhi, misi utama mereka adalah untuk meningkatkan layanan edukasi di bidang karya seni rupa dan mengembangkan kreativitas dan apresiasi dari masyarakat terhadap karya seni rupa.
Galeri Nasional Indonesia telah mengoleksi kurang lebih 1700 karya dari para tokoh di Indonesia mulai dari lukisan, fotografi, patung dan pahatan. Terdapat juga karya-karya dari para tokoh seniman negara nonblok seperti Sudan, India, Peru, Kuba, Vietnam, Myanmar dan lainnya.
Menurut saya banyak kegiatan positif yang dapat kita nikmati di museum
Galeri Nasional Indonesia ini, apalagi untuk kalian yang sangat menyukai seni
karena Museum ini menyediakan berbagai kegiatan yang dapat dilakukan oleh para
pengunjungnya, misalnya melihat pameran, seminar keilmuan, diskusi ilmiah,
pemutaran film, penampilan kesenian, festival, dan lain-lain yang bertujuan
untuk pengenalan budaya dan pendidikan.
Sumber
: Wikipedia
Komentar
Posting Komentar